Laporan Biologi :: Bab Darah :: #Dokumentasi
LAPORAN
UJI GOLONGAN DARAH DAN
UJI TEKANAN DARAH

Disusun oleh :
Candra
Citayana

Shely
Kelas XI MIA 1
(Kelompok 2)
Ø UJI GOLONGAN DARAH
Sebelum
uji golongan darah, kami dikenalkan tentang alat dan bahan apa saja yang
digunakan oleh ibu Sudarti. Alat yang diperlukan antara lain : kaca obyek (3),
spidol, tusuk gigi, lanset, dan kapas. Sedangkan bahan yang diperlukan antara
lain : alcohol 70% dan zat anti A, B, serta D. Tidak hanya itu, kami juga
diterangkan tentang bagaimana langkah kerja uji golongan darah. Beberapa siswa
ada yang sempat bertanya tentang mekanisme uji golongan darah ini.

Kaca
obyek yang digunakan untuk menguji golongan darah. Masing-masing telah diberi
nama Zat Anti A, Zat Anti B, dan Zat Anti D.

Candra
sebagai sampel uji golongan darah dari kelompok 2 sedang memasukkan jarum ke
lanset.

Novita
mengoles jari tengah tangan sebelah kiri Candra dengan kapas yang telah diberi
alcohol. Hal ini berfungsi, untuk menghilangkan kuman sebelum uji golongan
darah.

Setelah
dirasa yakin, Candra menekan ujung bagian atas lanset sehingga jarum menusuk
jari tengah. Dilakukan 1 kali.



Perlahan
darah pun mulai menetes. Darah diteteskan pada tiga kaca obyek yang telah
disediakan. Masing-masing cukup 1 tetes.


Dengan
segera, masing-masing darah diberi zat anti A, B, dan D sesuai dengan nama agar
darah tidak mengering. Darah yang telah diberi antiserum, kemudian diaduk oleh
Shely dan Novita menggunakan tusuk gigi.

Selang
waktu 5 menit, tampak pada zat anti A mengalami penggumpalan, zat anti B tidak
mengalami pengumpalan, zat anti D mengalami penggumpalan. Sehingga, pada uji
golongan darah ini kami dapat menyimpulkan bahwa Candra memiliki golongan darah
A dengan rhesus +
Dokumentasi : Citayana
Ø UJI TEKANAN DARAH

Dalam
uji tekanan darah ini, Shely sebagai pasien sedangkan Citayana sebagai
pemeriksa. Pertama kali yang dilakukan yaitu menghidupkan spigomanometer. Kemudian,
membebatkan lengan kiri probandus dan menentukan posisi pembuluh arteri pada
lengan yang dibebat.

Karena
keterbatasan alat, beberapa anak dari kelompok lain bergabung dengan kelompok
kami. Sebelum menge-check tekanan darah, pastikan terlebih dahulu bahwa
stetoskop hidup dan dapat digunakan. Kemudian, letakkan stetoskop pada pembuluh
arteri pada lengan yang dibebat.

Langkah
yang kelima, yaitu memompa udara (pastikan pompa terkunci). Pompa udara sampai
penuh hingga bunyi denyut nadi semakin lemah dan kemudian hilang. Catat tinggi
permukaan raksa (angka sistole). Setelah itu, mengeluarkan udara dengan memutar
kunci secara perlahan sembari mendengarkan denyut nadi melalui stetoskop. Catat
tinggi permukaan air raksa ketika bunyi menghilang sama sekali. (angka
diastole)
Hasil
pengamatan terlampir di laporan individu
Dokumentasi : Novita
Komentar
Posting Komentar